Lonjakan Penjualan Saham Chip Global: Komentar CEO Broadcom Picu Panic Sell di Micron, SoftBank, dan ASML
Pasar saham teknologi global mengalami tekanan jual signifikan pada Selasa, 13 Oktober 2026, yang dipicu oleh kekhawatiran baru seputar pembiayaan kecerdasan buatan (AI) dan intensifikasi kompetisi dari produsen chip China. Menurut laporan CNBC, saham-saham semikonduktor utama di Wall Street dan Eropa anjlok, melanjutkan penurunan yang terjadi pada Senin sebelumnya.
Apa yang Terjadi di Pasar?
Saham Micron Technology (MU), raksasa chip memori, turun sekitar 3% dalam perdagangan premarket AS, sementara Broadcom (AVGO) juga berada di bawah tekanan. Saham terkait memori lainnya seperti SanDisk, Seagate, dan Western Digital juga melemah sekitar 3%. Di Eropa, ASML turun 3,3%, STMicroelectronics dan Infineon masing-masing turun 5%. Di Asia, SoftBank Group anjlok 8,5% di Tokyo, sementara SK Hynix merosot lebih dari 10% dan Samsung Electronics turun 7,4%, keduanya menyentuh level terendah sejak Agustus.
Kenapa Penting: Divergensi Narasi AI dan Ancaman CXMT
Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, komentar kontroversial CEO Broadcom di konferensi Singapura yang menyebut investasi AI sebagai aktivitas "judi" (gamblers), yang dikutip sebagai pemicu kepanikan. Kedua, pengumuman dari ChangXin Memory Technologies (CXMT) mengenai kemajuan arsitektur chip baru yang meningkatkan densitas memori. Meskipun analis menilai CXMT masih tertinggal dalam teknologi HBM, kemajuan ini dianggap mengancam keseimbangan pasokan-permintaan global dalam jangka panjang.
"Investor gelisah dan mencari alasan untuk mengambil untung dari saham AI yang telah outperform tahun ini, terutama saham memori," ujar Vey-Sern Ling, penasihat ekuitas senior UBP, kepada CNBC.
Dampak ke Portofolio dan Aset Riil
Kami menilai bahwa sentimen bearish ini berpotensi memicu korelasi negatif dengan aset safe-haven. Investor yang memiliki eksposur tinggi pada saham teknologi AS mungkin akan mencari lindung nilai melalui emas atau obligasi pemerintah. Bagi investor Indonesia, tekanan pada dolar AS akibat kepanikan di pasar teknologi dapat berdampak pada nilai tukar Rupiah, meskipun dampaknya bersifat tidak langsung. Kami menyarankan untuk memantau pergerakan ASML dan MU sebagai indikator sentimen global, serta mempertimbangkan diversifikasi ke sektor defensif jika volatilitas berlanjut.
| Aset | Perubahan Harga | Catatan |
|---|---|---|
| Micron (MU) | -3% | Premarket AS |
| ASML | -3.3% | Perdagangan Pagi Eropa |
| SoftBank | -8.5% | Bursa Tokyo |
| SK Hynix | -10% | Level Terendah Sejak Agustus |
Catatan: Analisis dan implikasi portofolio di atas merupakan opini editorial dan bukan rekomendasi investasi.



