IHSG dibuka menguat 18,27 poin atau 0,30% ke level 6.055,26 pada Senin, 5 Oktober 2026, melanjutkan tren positif yang telah terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika global yang masih diwarnai oleh ketegangan geopolitik, namun pasar menunjukkan ketahanan yang baik berkat perubahan narasi moneter dari bank sentral Amerika Serikat.
Faktor utama pendorong reli ini adalah berkurangnya ekspektasi hawkish dari The Fed, sebagaimana dilaporkan oleh ANTARA. Ketika pasar mulai mengantisipasi bahwa kebijakan suku bunga mungkin tidak akan setinggi yang dikhawatirkan sebelumnya, tekanan pada mata uang emerging market, termasuk Rupiah, sedikit mereda. Hal ini menciptakan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset-aset berisiko di Asia, termasuk Indonesia.
Menurut CNBC Indonesia, pasar diharapkan tetap stabil meskipun dipengaruhi oleh berbagai ketegangan global. Namun, data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing masih mencatatkan net sell. Ini adalah sinyal penting: meskipun indeks naik, likuiditas asing belum sepenuhnya kembali. Kami menilai bahwa penguatan IHSG saat ini lebih didorong oleh sentimen domestik dan rotasi sektor, bukan oleh inflow asing yang masif.
Dari sisi sektor, saham-saham perbankan besar seperti BBCA.JK dan emiten infrastruktur seperti DCII.JK menjadi fokus utama. Kami menilai bahwa jika ekspektasi dovish The Fed terus berlanjut, sektor perbankan akan menjadi penerima manfaat utama karena penurunan biaya dana. Sementara itu, emiten infrastruktur berpotensi mendapat katalis dari stabilitas suku bunga yang mendukung proyek-proyek jangka panjang.
"Penguatan IHSG ini merupakan respons positif terhadap perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed, namun keberlanjutan reli ini akan sangat bergantung pada arus dana asing," ujar analis pasar modal.
Kami menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Meskipun sentimen global membaik, net sell asing yang masih berlanjut menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya yakin pada pemulihan ekonomi global. Oleh karena itu, diversifikasi portofolio ke sektor-sektor defensif seperti konsumsi dan kesehatan tetap menjadi strategi yang bijak di tengah ketidakpastian ini.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan pasar yang sedang dalam fase transisi. Dari kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga tinggi, pasar kini mulai beralih ke optimisme pertumbuhan. Namun, tanpa dukungan arus dana asing yang signifikan, penguatan ini mungkin akan terbatas pada level tertentu. Investor perlu memantau data ekonomi AS dan keputusan The Fed selanjutnya untuk menentukan arah pasar dalam beberapa minggu ke depan.



