JAKARTA — Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (1/10/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir. Menurut data CNBC Indonesia, indeks terkoreksi hingga menyentuh 5.973,16 pada sesi kedua, atau turun 1,61% dari level penutupan sebelumnya. Koreksi ini menandai pertama kalinya IHSG kembali menyentuh area psikologis 5.900-an sejak 10 Juli 2026, mencerminkan sentimen risk-off yang kuat di kalangan investor.
Katalis Utama: Reshuffle Kabinet Merah Putih
Pelemahan tajam ini terjadi seiring dengan pengumuman pergantian menteri (reshuffle) Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan sejumlah pejabat baru di Istana Negara, termasuk Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, serta penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi, menciptakan ketidakpastian kebijakan yang langsung tercermin dalam pergerakan harga saham.
"Pelaku pasar dalam negeri mencermati berbagai sentimen dari dalam maupun luar negeri, dengan fokus utama pada rilis data makro dan perubahan struktur kabinet," ujar analis pasar.
Aliran Modal Asing: Net Sell Berlanjut
Tekanan jual tidak hanya datang dari investor domestik, tetapi juga diperkuat oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing. Hingga penutupan sesi I, asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp204,30 miliar. Total pembelian asing tercatat Rp1,70 triliun, sementara penjualan mencapai Rp1,90 triliun.
Saham-saham berikut menjadi target utama penjualan asing:
| Saham | Net Sell Asing (Rp Miliar) | Keterangan |
|---|---|---|
| GOTO | 62,77 | Volume 2,24 miliar saham |
| CUAN | 29,52 | Petrindo Jaya Kreasi |
| AMMN | 24,55 | Amman Mineral Internasional |
| BBRI | 19,80 | Bank Rakyat Indonesia |
| MDKA | 19,54 | Merdeka Copper Gold |
Analisis Sektor dan Dampak Portofolio
Dari sisi sektoral, konsumer non-primer menjadi sektor yang paling tertekan dengan penurunan 1,97%, diikuti oleh barang baku (1,91%) dan teknologi (1,50%). Saham-saham pemberat indeks seperti BBCA, BBRI, GOTO, AMMN, dan BRMS turut berkontribusi signifikan terhadap koreksi indeks.
Kami menilai bahwa pelemahan ini bersifat reaktif terhadap ketidakpastian politik-ekonomi. Namun, dengan sentimen eksternal yang relatif stabil—termasuk inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi dan revisi naik pertumbuhan ekonomi AS—potensi pemulihan bisa terjadi jika pasar menerima struktur kabinet baru sebagai sinyal stabilitas kebijakan hilirisasi energi. Investor disarankan untuk memantau aksi korporasi emiten komoditas dan perbankan besar dalam beberapa hari ke depan, karena volatilitas tinggi (rentang perdagangan 5.973-6.095) masih akan mendominasi pasar.
Sumber
- IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009 — CNBC Indonesia
- IHSG Jeblok ke Level 5.900 Kala Reshuffle, Terendah Dalam 2 Bulan — CNBC Indonesia



